Jumat, 13 Maret 2009

RENUNGAN

EMPAT LILIN

Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit lilin tersebut habis meleleh dan suasana terasa begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Yang pertama berkata : ” Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku :maka lebih baik aku mematikan diriku saja !”Demikianlah sedikit demi sedikit sang Lilin padam.
Yang kedua berkata : “Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran ketiga berbicara :” Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna.Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya. ”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga….seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata :” Ekh, apa yang terjadi ? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan !”Lalu ia menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata : ” Jangan takut, janganlah menangis,selama aku masih ada dan tetap menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan
ketiga Lilin lainnya : ” Akulah HARAPAN ”Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakankembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. Harapan yang ada dalam hati kita.Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat seperti anak tersebut, yang dalamsituasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar